Berita

Penanganan Sejumlah Kasus di Polres Tojo Una-Una Jadi Sorotan, Konferensi Pers Kasus PKK Tuai Pertanyaan Publik

114
×

Penanganan Sejumlah Kasus di Polres Tojo Una-Una Jadi Sorotan, Konferensi Pers Kasus PKK Tuai Pertanyaan Publik

Sebarkan artikel ini

TOJO UNA-UNA,-TKN.COM – Penanganan sejumlah perkara di Polres Tojo Una-Una kembali menjadi sorotan. Sejumlah kasus yang telah lama dilaporkan masyarakat dinilai belum menunjukkan perkembangan yang jelas kepada publik. Di sisi lain, Polres Tojo Una-Una justru menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus pencurian di Kantor PKK yang dipimpin Kasie Humas IPTU Martono pada Rabu, 15 Juli 2026.

 

Berdasarkan data yang dihimpun media, terdapat sedikitnya tujuh perkara yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat, yakni dugaan penipuan telepon genggam dengan kerugian sekitar Rp138 juta, dugaan suami sah menikah siri dengan anak anggota polisi, dugaan penyerobotan lahan di Desa Mantangisi, dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Desa Timbiano, dugaan penggelapan sepeda motor di Desa Sabo, persoalan sertifikat di Desa Tojo, serta dugaan penggelapan gaji tenaga honorer Dinas Perhubungan Laut di Pelabuhan Ampana.

 

Sementara itu, kasus pencurian di Kantor PKK justru dipublikasikan melalui konferensi pers, meskipun menurut informasi yang diterima media, laporan perkara tersebut telah dicabut oleh pelapor.

 

Narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, “Kami tidak mempersoalkan konferensi pers yang dilakukan kepolisian. Namun yang menjadi pertanyaan masyarakat adalah mengapa banyak laporan yang sudah lama masuk belum pernah dijelaskan perkembangannya kepada publik, sedangkan perkara yang disebut telah dicabut laporannya justru dipublikasikan melalui konferensi pers.”

 

Ia menambahkan, “Masyarakat membutuhkan kepastian hukum. Jangan sampai muncul anggapan bahwa ada perbedaan perlakuan terhadap penanganan suatu perkara. Semua laporan seharusnya ditangani secara profesional dan disampaikan perkembangannya secara transparan.”

 

Narasumber tersebut juga berharap, “Kapolres Tojo Una-Una perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai perkembangan setiap perkara yang telah dilaporkan agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Transparansi adalah bagian dari membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.”

 

Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari Polres Tojo Una-Una terkait perkembangan ketujuh perkara tersebut, termasuk alasan dilaksanakannya konferensi pers terhadap kasus pencurian di Kantor PKK.

 

(Ahmad Tuliabu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *