Tanimbar,-TKN.COM _ Komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam membangun sinergitas yang kuat antara eksekutif dan lembaga penegak hukum kembali ditunjukkan melalui penyambutan resmi terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang baru, Krisnandar, S.H., M.H.
Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, bersama Wakil Bupati, dr. Juliana Ch. Ratuanak, M.K.M., secara langsung menyambut kedatangan Kajari Krisnandar beserta istri di Bandar Udara Lorulun, Wertamrian, pada Sabtu (9/5/2026). Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya dalam acara ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan stabilitas keamanan dan kondusivitas daerah.
Penyambutan Penuh Adat dan Hormat Negara
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dan sarat akan nilai kearifan lokal. Setelah mendarat, Kajari Krisnandar disambut dengan pengalungan syal khas oleh Bupati Ricky Jauwerissa dan Wakil Bupati dr. Juliana Ch. Ratuanak sebagai simbol persaudaraan dan penerimaan resmi di Bumi Duang Lolat.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pelaksanaan doa adat yang dipimpin oleh para tua-tua adat setempat. Ritual ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi masyarakat Tanimbar kepada tamu kehormatan, khususnya pejabat negara yang pertama kali menginjakkan kaki di wilayah tersebut. Doa adat ini bertujuan agar kehadiran Kajari baru dapat membawa berkah, kelancaran tugas, serta harmonisasi antara institusi kejaksaan dengan masyarakat lokal.
“Hadirnya Forkopimda dalam penjemputan ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata penghormatan dan komitmen kami untuk mempererat tali kerja sama. Kami percaya, Kejaksaan yang solid adalah mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketertiban umum dan mendukung percepatan pembangunan,” ujar Bupati Ricky Jauwerissa di sela-sela acara.
Kehadiran Kajari Krisnandar, S.H., M.H., dinilai strategis mengingat peran Kejaksaan yang tidak hanya terbatas pada penuntutan perkara pidana, tetapi juga sebagai Guardian of Public Interest (Pengawal Kepentingan Umum) dan Agent of Development (Agen Pembangunan).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati dr. Juliana Ch. Ratuanak menekankan bahwa stabilitas hukum adalah prasyarat mutlak bagi investasi dan kesejahteraan masyarakat. “Dengan kepemimpinan baru di Kejaksaan Negeri Tanimbar, kami optimis penanganan kasus-kasus hukum akan semakin transparan, cepat, dan berkeadilan. Ini akan memberikan rasa aman bagi masyarakat dan investor, sehingga roda perekonomian daerah dapat berputar lebih lancar,” katanya.
Kajari Krisnandar, dalam tanggapannya, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diterimanya. Ia berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan integritas tinggi, profesionalisme, dan pendekatan humanis. “Saya siap bersinergi penuh dengan Pemkab Kepulauan Tanimbar dan seluruh elemen Forkopimda. Fokus utama saya adalah menegakkan supremasi hukum sambil tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat yang hidup di tengah masyarakat Tanimbar,” tegas Krisnandar.
Acara penyambutan turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ny. Sheren Amelinda Jauwerissa, serta Istri Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ny. Wendy Tan. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan holistik dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk peran strategis perempuan dalam mendukung stabilitas sosial dan keluarga di daerah.
Ny. Sheren Amelinda menyatakan kesiapan TP PKK untuk berkolaborasi dengan Kejaksaan dalam program-program pencegahan kejahatan, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak, serta edukasi hukum di tingkat desa.
Penyambutan Kajari baru ini menjadi tonggak awal bagi penguatan koordinasi antara Pemkab Kepulauan Tanimbar dan Kejaksaan Negeri. Ke depan, kedua instansi diproyeksikan akan rutin menggelar forum diskusi strategis untuk mengidentifikasi potensi konflik sosial, mencegah korupsi, serta menyelesaikan sengketa lahan atau isu-isu krusial lainnya melalui jalur restorative justice (keadilan restoratif) yang sesuai dengan budaya lokal.
Dengan semangat “Duang Lolat”, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kejaksaan Negeri bertekad mewujudkan daerah yang aman, tertib, hukumnya tegak, dan masyarakatnya sejahtera. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh baik bagi daerah lain dalam mengelola hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga penegak hukum.
(Randy)






























