BeritaHukumIndonesiaMalukuPulau Buru

NURLATU FUWAE DESAK CAMAT NAMROLE: PANGGIL ANDREAS BEHUKU LAKUKAN SIDANG KOMISI LANGSUNG DI LAHAN SENGKETA TIFU EMNGESA FUWAEN

55
×

NURLATU FUWAE DESAK CAMAT NAMROLE: PANGGIL ANDREAS BEHUKU LAKUKAN SIDANG KOMISI LANGSUNG DI LAHAN SENGKETA TIFU EMNGESA FUWAEN

Sebarkan artikel ini

BURU SELATAN,-TKN.COM _Nurlatu Fuwae Yakin Andreas Bukan Behuku asli Marga Gewagit Andreas marga tempelan di Behuku-Hukunala dan terbukti Sidang di Kantor Camat Namrole pada 26 Oktober 2026 Kemarin Andreas Tidak Mampu membuktikan asal-usul Andreas tidak tau marga Aslinya apa.

Nurlatu Fuwae semakin yakin bahwa Andreas Behuku bukan berasal dari marga Gewagit yang asli. Keyakinan ini diperkuat oleh fakta yang terungkap dalam sidang di Kantor Camat Namrole pada tanggal 26 Oktober 2026, di mana Andreas Behuku ternyata tidak mampu membuktikan asal-usul marganya secara jelas dan meyakinkan.

“Kami semakin yakin sungguh-sungguh: Andreas Behuku bukan asli Marga Gewagit. Waktu sidang di Kantor Camat Namrole tanggal 26 Oktober 2026, saat diminta menunjukkan asal-usul marga aslinya dia tidak mampu membuktikannya.”

Nurlatu Fuwae menegaskan prinsip dasar adat Buru:

“Marga asli Buru tidak pernah merusak sejarah Buru. Kalau seseorang benar-benar marga asli, pasti dia hafal silsilahnya, tahu sejarah leluhurnya, dan bisa menjelaskan asal-usulnya dengan lancar. Sejarah itu ada dan terjaga tidak bisa diciptakan, tidak bisa diubah-ubah sesuka hati.”

“Kalau betul Andreas Behuku itu marga asli, tentu dia mampu membuktikan marga aslinya dengan jelas. Tidak akan bingung, tidak akan berbelit-belit. Kebenaran itu sederhana dan lurus. Yang sulit itu ketika yang diucapkan tidak sesuai dengan sejarah yang sebenarnya.”

“Sejarah marga adalah identitas leluhur. Mengaku marga lain tanpa dasar yang jelas sama saja merusak tatanan adat kita. Marga Gewagit punya sejarah yang jelas dan terjaga, tidak bisa begitu saja diaku-aku oleh siapa pun yang tidak memiliki hubungan darah dan sejarah dengannya.”

“Kami tidak menutup pintu. Jika Andreas merasa benar, silakan datang dan buktikan kapan saja di forum adat yang sah. Tapi sampai saat ini, belum ada satu pun bukti sejarah yang meyakinkan yang dia tunjukkan. Itu fakta yang terungkap di sidang 26 Oktober lalu.”

Semoga kebenaran sejarah tetap terjaga dan dihormati oleh semua pihak.

Perwakilan Nurlatu Fuwae hari ini menyampaikan desakan resmi kepada Bapak Camat Namrole agar segera memanggil saudara Andreas Behuku dan Tean Elen untuk melaksanakan Sidang Komisi langsung di lokasi objek sengketa Tifu Emngesa Fuwaen. Langkah ini dimaksudkan agar kedua pihak dapat secara terbuka memaparkan dan membuktikan tanda-tanda sejarah kepemilikan lahan di hadapan publik dan aparat yang berwenang. selasa,3/11/2026.

Dalam pernyataannya, pihak Nurlatu Fuwae menyampaikan:

“Kami meminta dengan hormat kepada Bapak Camat Namrole, segera panggil saudara Andreas Behuku dan Tean Elen untuk hadir bersama kami di lokasi sengketa Tifu Emngesa Fuwaen. Laksanakan Sidang Komisi di tempat itu juga.”

“Di sana, di atas tanah yang disengketakan, mari Andreas Behuku dan Tean Elen tunjukkan serta buktikan tanda-tanda sejarah apa yang mereka miliki sebagai dasar klaim mereka. Karena di tempat itu pula, Nurlatu Fuwae sudah siap siap membuktikan kepada Camat, kepada para pimpinan adat, dan kepada masyarakat luas, bahwa kami adalah pemilik sah lahan tersebut.”

Pihak Nurlatu Fuwae menegaskan kesiapan penuh:

“Kami tidak menghindar. Kami justru mengajak semua pihak turun ke lapangan. Sejarah kepemilikan tanah adat itu ada jejaknya ada batas-batas, ada nama-nama tempat, ada cerita leluhur yang diturunkan turun-temurun. Semua itu akan kami buktikan secara terbuka.”

“Kepada saudara Andreas Behuku dan Tean Elen: Jika memiliki dasar sejarah yang kuat, datanglah dan tunjukkan. Sidang di lokasi adalah tempat yang paling tepat di hadapan tanah yang disengketakan, di hadapan masyarakat, di hadapan aparat. Jangan takut jika benar ada di pihak Andreas Behuku.”

“Kebenaran tidak takut diuji. Semakin diperiksa, semakin jelas kebenarannya. Itulah yang kami yakini.” Semoga desakan ini segera mendapat tanggapan positif dari Camat Namrole.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *