Berita

Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Ambon Klarifikasi Data Beban Mengajar Guru, Sebut Proses Sinkronisasi Terkendala Maintenance  

54
×

Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Ambon Klarifikasi Data Beban Mengajar Guru, Sebut Proses Sinkronisasi Terkendala Maintenance  

Sebarkan artikel ini

Ambon,-TKN.COM – Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Ambon, Willem Rumangun, S.Pd., M.Pd., menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya mengenai dugaan ketidaksesuaian data beban mengajar yang berdampak pada guru penerima sertifikasi.

 

Pemberitaan sebelumnya mengangkat persoalan dugaan ketidaksesuaian data beban mengajar guru SMA Negeri 7 Ambon yang disebut merugikan guru penerima sertifikasi dan mendorong persoalan tersebut dibawa ke DPRD.

 

Saat ditemui media ini, Senin (21/9/2026), Willem menjelaskan bahwa dalam sepekan terakhir, operator sekolah telah melakukan proses sinkronisasi data. Namun, proses tersebut masih terkendala pemeliharaan sistem (maintenance) di tingkat pusat.

“Operator sudah bekerja untuk melakukan sinkronisasi, tetapi di pusat masih terdapat maintenance. Sehingga, pihak operator sekolah maupun dinas harus tetap menunggu sampai sistem bisa kembali disinkronkan,” ujar Willem.

 

Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan waktu hingga sistem kembali normal. Apabila proses sinkronisasi telah berjalan dengan baik, data guru diharapkan dapat diproses sehingga hak pembayaran sertifikasi dapat masuk ke rekening masing-masing.

 

“Ini hanya soal waktu. Jika sistem sudah normal dan kembali berjalan, maka dengan sendirinya akan langsung masuk ke rekening mereka masing-masing,” jelasnya.

 

Willem juga mengakui bahwa dalam pelaksanaan tugas operator, kemungkinan terjadinya kesalahan manusia (human error) tetap ada hal tersebut, menurutnya, bisa saja terjadi akibat kelelahan atau adanya data yang belum tersinkronisasi, termasuk kemungkinan rombongan belajar yang belum dimasukkan ke dalam sistem.

 

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sebelum persoalan ini menjadi pemberitaan, pihak sekolah telah menggelar rapat internal untuk membahas permasalahan tersebut.

Pihak sekolah juga kembali melakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan, dalam hal ini kepala bidang (Kabid) terkait, guna membicarakan dan menjelaskan duduk persoalan yang terjadi.

 

Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah turut menjelaskan mekanisme pembaruan data guru. Willem menyebutkan bahwa setiap guru memiliki akun masing-masing yang dapat digunakan untuk memperbarui data terkait beban mengajar.

 

“Setiap guru yang memiliki akun masing-masing dapat meng-update data mereka, setelah itu baru menghubungi operator sekolah. Sebab, operator tidak mengetahui apa yang diinput oleh masing-masing guru. Operator bertugas melakukan sinkronisasi terhadap data yang telah diisi oleh para guru,” terangnya.

 

Di akhir keterangannya, Willem berharap klarifikasi yang disampaikan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai persoalan yang sedang terjadi di SMA Negeri 7 Ambon.

 

Ia juga berharap pemberitaan tersebut tidak menurunkan kepercayaan publik terhadap sekolah, mengingat kepercayaan masyarakat merupakan salah satu hal penting dalam mendukung kualitas pendidikan.

 

“Kami berharap dengan klarifikasi ini, kepercayaan publik terhadap SMA Negeri 7 Ambon tetap terjaga. Apa yang diberitakan bisa berpengaruh terhadap kualitas pendidikan, sehingga kami berharap penjelasan ini dapat memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat,” tutup Willem.

 

Pewarta (Erol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *