Nasional

Harapan Bupati Terhadap PJS Tojo Una-Una Dinilai Belum Terwujud,Bupati kecewa merasa di khianati

0
×

Harapan Bupati Terhadap PJS Tojo Una-Una Dinilai Belum Terwujud,Bupati kecewa merasa di khianati

Sebarkan artikel ini

AMPANA,-TKN.COM – Harapan besar yang pernah disampaikan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una terhadap perkembangan organisasi Pro Jurnalis Siber (PJS) di daerah itu kini dinilai mulai memudar. Sejumlah wartawan menilai kepengurusan PJS Kabupaten Tojo Una-Una tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan sejak organisasi tersebut dibentuk.

 

PJS Kabupaten Tojo Una-Una resmi dibentuk dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Marina Cottage, Ampana, pada 1 Oktober 2025. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, TNI, Polri, Kejaksaan, pimpinan OPD, serta insan pers dari berbagai media.

 

Saat itu, pembentukan organisasi tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat profesionalisme wartawan di Kabupaten Tojo Una-Una. Pemerintah daerah juga disebut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan organisasi, termasuk pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dipusatkan di Pulau Papan.

 

Namun, setelah hampir satu tahun berjalan, sejumlah wartawan menilai organisasi tersebut tidak menunjukkan aktivitas yang signifikan. Kepengurusan yang dipimpin oleh Plt Ketua DPC PJS Tojo Una-Una, Jefriyanto Dako, dinilai tidak mampu menjalankan roda organisasi secara maksimal. Penilaian serupa juga diarahkan kepada unsur pengurus lainnya, termasuk Wasekjen PJS, Budi Dako.

 

Menurut sejumlah wartawan, sejak Muscab dilaksanakan hingga saat ini hampir tidak terlihat program kerja, konsolidasi organisasi, maupun kegiatan yang melibatkan anggota. Bahkan, keberadaan sekretariat organisasi disebut tidak lagi diketahui secara jelas sehingga memunculkan pertanyaan dari kalangan insan pers.

 

Sejumlah pihak juga mempertanyakan komitmen kepengurusan, termasuk Plt ,Ketua DPC PJS disebut tidak menghadiri pelaksanaan UKW yang sebelumnya mendapat dukungan pemerintah daerah. Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan harapan awal ketika organisasi dibentuk.

 

Di kalangan wartawan berkembang penilaian bahwa kondisi tersebut menjadi bentuk kegagalan kepengurusan dalam menjaga amanah organisasi. Mereka menilai perjuangan yang telah dilakukan untuk menghadirkan PJS di Kabupaten Tojo Una-Una belum membuahkan hasil sesuai harapan.

 

Beberapa wartawan bahkan mengklaim bahwa Bupati Tojo Una-Una merasa kecewa karena organisasi yang diharapkan mampu menjadi wadah peningkatan profesionalisme wartawan justru dinilai tidak berkembang. Klaim tersebut hingga kini belum memperoleh pernyataan resmi dari Bupati maupun pihak kepengurusan PJS.

 

Atas kondisi tersebut, sejumlah wartawan mendesak agar Dewan Pimpinan Pusat maupun Dewan Pimpinan Daerah PJS segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepengurusan DPC PJS Kabupaten Tojo Una-Una. Evaluasi dinilai penting agar organisasi dapat kembali menjalankan fungsi pembinaan, meningkatkan kompetensi anggota, serta menjaga kepercayaan yang telah diberikan berbagai pihak.

 

Selain evaluasi, kalangan wartawan juga meminta agar segera dilaksanakan pemilihan kepengurusan definitif secara terbuka dan demokratis. Mereka berharap proses tersebut dapat menghadirkan pemimpin yang aktif, mampu membangun komunikasi dengan seluruh anggota, serta menjalankan program organisasi secara nyata.

 

Para wartawan juga berharap lima nama calon yang sebelumnya telah disebutkan dalam pemberitaan dapat diberikan kesempatan mengikuti proses pemilihan sesuai mekanisme organisasi. Dengan demikian, kepengurusan baru nantinya diharapkan mampu menghidupkan kembali roda organisasi PJS di Kabupaten Tojo Una-Una dan mengembalikan kepercayaan seluruh anggota maupun masyarakat.

 

Pewarta:Ahmad Tuliabu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *