Nasional

Dinilai Mati Suri, Desakan Muscablub PJS Tojo Una-Una Menguat, Muncul Nama Baru Calon Ketua DPC

6
×

Dinilai Mati Suri, Desakan Muscablub PJS Tojo Una-Una Menguat, Muncul Nama Baru Calon Ketua DPC

Sebarkan artikel ini

TOJO UNA-UNA,-TKN.COM – Dinamika internal organisasi Pro Jurnalis Siber (PJS) Kabupaten Tojo Una-Una kembali menjadi perbincangan di kalangan insan pers.

 

Sejumlah wartawan menilai organisasi yang pernah digadang-gadang menjadi wadah pemersatu jurnalis siber di daerah itu kini terkesan vakum, sehingga mendorong munculnya desakan agar segera digelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) untuk memilih kepengurusan baru.

 

PJS Tojo Una-Una sendiri diketahui dibentuk melalui Musyawarah Cabang (Muscab) yang dilaksanakan di Marina Cottage, Ampana, pada 1 Oktober 2025.

 

Saat itu, kegiatan berlangsung cukup meriah dan mendapat perhatian luas. Berbagai unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, pimpinan OPD, serta insan pers hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut.

 

Pembentukan organisasi itu juga disebut-sebut mendapat dukungan dan fasilitasi dari Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una. Harapannya, PJS mampu menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus meningkatkan profesionalisme wartawan di daerah.

 

Namun, memasuki tahun 2026, berbagai kalangan media menilai aktivitas organisasi tersebut tidak lagi terlihat. Sejumlah wartawan bahkan menyebut kepengurusan PJS Tojo Una-Una diduga “mati suri” karena minim kegiatan organisasi maupun program yang berdampak bagi anggota.

 

Di kalangan wartawan juga berkembang penilaian bahwa kondisi tersebut telah menimbulkan kekecewaan sejumlah pihak yang sebelumnya memberikan dukungan terhadap lahirnya organisasi itu. Salah satu alasan yang banyak diperbincangkan adalah tidak optimalnya peran kepengurusan dalam menjalankan roda organisasi.

 

Sorotan juga mengarah pada pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dipusatkan di Pulau Papan.

 

Dalam berbagai pembicaraan di kalangan insan pers, muncul kritik karena Ketua DPD PJS disebut tidak hadir dalam kegiatan yang dinilai penting tersebut. Kondisi itu dinilai semakin memperkuat anggapan bahwa organisasi tidak berjalan sebagaimana harapan awal ketika dibentuk.

 

Seiring menguatnya desakan Muscablub, sejumlah nama mulai bermunculan sebagai figur yang dinilai layak memimpin PJS Tojo Una-Una ke depan.

 

Nama-nama yang sebelumnya ramai diperbincangkan antara lain IS Wartabone, Mohamad Iksan Lapanyompa (Kaperwil Media Radar Nusantara) Usman Ayahu, dan Yaya Ladehu yang merupakan Kepala Biro Media Bidik Hukum.

 

Yaya Ladehu juga disebut telah dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan di tingkat Mabes Polri, sehingga dinilai memiliki pengalaman organisasi yang dapat menjadi modal untuk membangun kembali PJS di daerah.

 

Perkembangan terbaru, Senin, 3 Agustus 2026, kembali muncul satu nama baru yang ikut disebut-sebut sebagai calon Ketua DPC PJS Tojo Una-Una, yakni Saiful Hulungo dari Media Kabar Selebes. Kehadiran nama tersebut menambah daftar figur yang dinilai memiliki peluang apabila Muscablub benar-benar digelar dalam waktu dekat.

 

Menurut sejumlah wartawan yang mendorong adanya pembaruan kepengurusan, siapapun yang nantinya terpilih diharapkan mampu menghidupkan kembali organisasi, membangun komunikasi yang baik dengan seluruh anggota, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta menjadikan PJS sebagai organisasi yang benar-benar berkontribusi bagi daerah.

 

Mereka juga berharap kepengurusan baru mampu mengembalikan kepercayaan berbagai pihak yang sejak awal mendukung berdirinya PJS Tojo Una-Una, sehingga organisasi tidak lagi dipandang vakum atau kehilangan arah.

 

Catatan Redaksi: Pernyataan mengenai adanya kekecewaan Bupati Tojo Una-Una, dugaan salah memilih pengurus, maupun penilaian bahwa organisasi “mati suri” merupakan klaim dan penilaian yang berkembang di kalangan tertentu sebagaimana disampaikan kepada redaksi.

 

Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, pihak Bupati Tojo Una-Una maupun pengurus DPC/DPD PJS yang disebut dalam berita ini perlu diberikan kesempatan menyampaikan tanggapan atau klarifikasi.

 

(Ahmad Tuliabu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *