BeritaHukumIndonesiaMalukuPulau Buru

BAPA SAHINGGAT FUWAE TANTANG ANDARIAS DAN ALIAS: ANDREAS BUKAN MARGA ASLI BURU LAHAN TIFU EMNGESA MILIK NURLATU FUWAE

84
×

BAPA SAHINGGAT FUWAE TANTANG ANDARIAS DAN ALIAS: ANDREAS BUKAN MARGA ASLI BURU LAHAN TIFU EMNGESA MILIK NURLATU FUWAE

Sebarkan artikel ini

BURU SELATAN,-TKN.COM _ Suasana semakin memanas dalam proses penyelesaian sengketa lahan Tifu Emngesa. Bapa Sahinggat Fuwae secara tegas menantang Andarias untuk membuktikan asal-usul dan kebenaran sejarah mereka di hadapan forum adat. selasa, 3/11/2026.

⚔️ TANTANGAN TERBUKA

Dalam pernyataannya hari ini, Bapa Sahinggat Fuwae menyampaikan:

“Kami menantang Andreas dan Tean Elen Yusuf Hukunala untuk berani tampil dan membuktikan secara terbuka. Siapa sebenarnya Andreas dari mana asal-usul marga Andreas? Karena kami tegaskan dengan lantang: Andreas bukan marga asli Buru.”

PENTINGNYA ASAL-USUL ADAT

Bapa Sahinggat Fuwae menegaskan bahwa tidak semua orang yang tinggal di tanah Buru otomatis menjadi pemilik tanah adat Buru:

“Bagi siapa pun yang belum memahami adat dan tidak mengetahui asal-usul marga yang sesungguhnya, jangan terburu-buru mengklaim tanah yang bukan milik leluhurnya. Adat Buru punya aturan jelas tidak bisa sembarangan mengaku-ngaku marga.”

KEPEMILIKAN LAHAN TIFU EMNGESA DITEGASKAN

Mengenai status kepemilikan lahan Tifu Emngesa, ditegaskan dengan tegas dan tidak bisa ditawar:

“Kami tegaskan sekali lagi: Lahan Tifu Emngesa adalah milik Nurlatu Fuwae sebagai pemilik lahan yang sah secara adat dan sejarah. Ini bukan klaim baru, ini adalah kebenaran yang diturunkan dari generasi ke generasi leluhur kami.”

JANGAN CAMPURADUKAN SEJARAH

Penegasan ini disampaikan agar masyarakat luas memahami perbedaan antara penduduk yang datang kemudian dengan pemilik asli tanah tersebut:

“Siapa pun boleh tinggal dan hidup di tanah Buru itu bukan masalah. Tapi masalahnya adalah ketika ada yang ingin mengubah sejarah dan mengambil hak kepemilikan yang bukan haknya. Itu yang kami tolak dengan tegas.”

AJAKAN UNTUK MEMBUKTIKAN

Bapa Sahinggat Fuwae mengundang kedua pihak untuk membuktikan kebenaran di forum yang benar:

“Jika merasa benar, datang dan buktikan di hadapan para pimpinan adat yang sah. Sejarah tidak bisa dibeli, tidak bisa diciptakan kemarin sore. Nurlatu Fuwae sudah ada di Tifu Emngesa sejak leluhur pertama menapakkan kaki di tanah ini.”

“Kebenaran akan selalu berdiri tegak, sekuat apa pun angin berusaha membalikkannya.” Bapa Sahinggat Fuwae.

Semoga pernyataan ini membawa kejernihan bagi semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *