BeritaIndonesiaNasionalPulau Buru

Wider Nurlatu Mengucapkan Terimakasih Atas Pertemuan Adat Sengketa Lahan Nala: Menjunjung Tinggi Persaudaraan Kai Wait

71
×

Wider Nurlatu Mengucapkan Terimakasih Atas Pertemuan Adat Sengketa Lahan Nala: Menjunjung Tinggi Persaudaraan Kai Wait

Sebarkan artikel ini

Buru,TKN.COM _ Wider Nurlatu Mengucapkan Terimakasih Atas Pertemuan Adat Sengketa Lahan Nala: Menjunjung Tinggi Persaudaraan Kai Wait Ikhtisar Penyelesaian Sengketa Lahan Nala

​Pertemuan adat yang mempertemukan Keluarga Besar Nurlatu Kakunusa dan marga Latbual menandai langkah penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat adat. Sengketa lahan Nala yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan akhirnya menemui titik terang melalui pendekatan musyawarah mufakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat setempat.

​Poin Utama Pertemuan Adat

Status Kepemilikan Lahan Nala: Berdasarkan hasil musyawarah dan keputusan adat yang sah, lahan Nala secara resmi ditetapkan sebagai hak milik Keluarga Besar Nurlatu Kakunusa.

Komitmen Perdamaian: Proses penyelesaian yang berlangsung di kediaman Kepala Adat Marga Latbual di Desa Waeflan berhasil menutup sengketa yang sempat berjalan, di mana kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dan mengakhiri segala bentuk perbedaan pendapat.

Peran Tokoh Adat: Tokoh adat dan perwakilan dari kedua marga turut hadir mengawal proses perdamaian ini guna memastikan kebersamaan tetap terjalin erat.

Pesan Persaudaraan Wider Nurlatu:

“Perbedaan pendapat di antara kita adalah hal yang wajar, tetapi persatuan dan ikatan persaudaraan dalam bingkai orang kai wait—antara marga Nurlatu dan Latbual—tetap yang paling utama. Kita adalah orang basudara, mari bersama-sama menjaga hubungan baik ini untuk selamanya.”

Pertemuan Adat Sengketa Lahan Nala: Keluarga Besar Nurlatu, Kakunusa, dan Latbual

Pernyataan dan pesan damai yang disampaikan dalam pertemuan adat terkait sengketa lahan Nala menegaskan pentingnya menjaga kerukunan serta ikatan persaudaraan di atas segalanya.

​Poin Penting Pertemuan Adat

Perbedaan Pendapat adalah Hal Wajar: Dinamika dan perbedaan pandangan dalam menyikapi persoalan tanah adat merupakan sesuatu yang lumrah terjadi di tengah keluarga besar.

Persatuan di Atas Segalanya: Persatuan dalam ikatan kekeluargaan harus tetap diutamakan dan dijaga agar tidak merusak keharmonisan yang telah terjalin.

Bingkai Kai Wait (Orang Basudara): Hubungan antara marga Nurlatu dan Latbual ditegaskan kembali sebagai sesama saudara (orang basudara) yang diikat oleh nilai-nilai adat istiadat setempat.

Pesan Utama Wider Nurlatu: Menekankan pentingnya menjaga hubungan baik secara turun-temurun demi kebaikan bersama dan keutuhan keluarga besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *