BeritaNasionalPulau Buru

Wider Nurlatu Ketua (ISMAHI) Tegaskan Keabsahan Komarudin Besan Sebagai Hinolong Baman, Soroti Sikap Plin-Plan Oknum Tokoh Adat

27
×

Wider Nurlatu Ketua (ISMAHI) Tegaskan Keabsahan Komarudin Besan Sebagai Hinolong Baman, Soroti Sikap Plin-Plan Oknum Tokoh Adat

Sebarkan artikel ini
Wider Nurlatu Ketua Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI) Tegaskan Keabsahan Komarudin Besan Sebagai Hinolong Baman, Soroti Sikap Plin-Plan Oknum Tokoh Adat

 

BURU,-TKN.COM _ Sabtu 17 Oktober 2026 — Wider Nurlatu Ketua Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI) menegaskan keabsahan Bapak Komarudin Besan sebagai Hinolong Baman Petuanan Kayeli, baik dari sisi hukum adat maupun hukum negara. Penegasan ini disampaikan menyusul munculnya narasi yang mempertanyakan kedudukan Bapak Komarudin Besan belakangan ini.

Proses Pengukuhan Telah Sah dan Didukung Mayoritas

Berdasarkan dokumentasi dan bukti-bukti yang ada, pengukuhan Bapak Komarudin Besan telah dilakukan melalui proses adat yang benar dan sah. Pada saat pengukuhan, mayoritas Pimpinan Adat Petuanan Kayeli terlibat langsung, hadir, mendukung, dan secara terbuka mengakui keabsahannya sebagai Hinolong Baman. Secara prinsip adat, keputusan yang telah diambil bersama dan dilaksanakan secara resmi seharusnya menjadi keputusan yang dihormati dan dijunjung bersama.

Muncul Keraguan di Tengah Jalan, Wider Nurlatu Ketua (ISMAHI) Pertanyakan Sikap Oknum Tokoh Adat

Namun belakangan ini muncul pihak-pihak yang justru menyatakan Bapak Komarudin Besan bukan Hinolong Baman dan menyebut pengukuhannya tidak sah. Yang patut dipertanyakan adalah sebagian dari pihak yang kini menolak, justru pihak yang pada awalnya hadir, menyetujui, dan mengakui keabsahan tersebut.

“Sebenarnya ada apa dengan oknum-oknum pimpinan adat yang bersikap plin-plan seperti ini? Pimpinan itu mestinya punya komitmen dan prinsip, bukan awal bicara lain, sekarang bicara lain. Jika pola seperti ini yang dijalankan, justru diduga kuat kelompok inilah yang sengaja membuat keributan dan ketidaktenangan di tengah masyarakat,” tegas Wider Nurlatu Ketua ISMAHI.

Sikap yang tidak konsisten tersebut dinilai sangat disayangkan dan justru mempermalukan kehormatan adat Buru di mata publik. Masyarakat menjadi bingung, kepercayaan terhadap lembaga adat menurun, dan keutuhan masyarakat menjadi taruhannya.

Tegaskan: Kesepakatan Adat Harus Dihormati

Wider Ketua ISMAHI menegaskan: segala perbedaan pendapat boleh saja ada, namun diselesaikan melalui musyawarah adat yang terhormat, bukan dengan cara menarik kembali pengakuan yang telah disampaikan secara terbuka di muka umum. Janji dan kesepakatan adalah bagian inti dari nilai-nilai adat.

“Jangan karena kepentingan sesaat, kehormatan adat dan kesepakatan bersama dikorbankan. Masyarakat Petuanan Kayeli berhak tahu apa alasan sebenarnya di balik perubahan sikap tersebut, dan seluruh pihak berkewajiban menjaga keharmonisan serta keutuhan masyarakat adat,” tambahnya.

Saat ini masyarakat menunggu sikap tegas dari seluruh elemen masyarakat adat Petuanan Kayeli untuk kembali pada kesepakatan yang telah dibuat, demi martabat adat dan kedamaian bersama.

 

 

 

  • Penulis: Tim Liputan
  • Sumber: Pernyataan Resmi Wider Nurlatu Ketua ISMAHI
  • Tanggal: Sabtu, 17 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *