Berita

Rakyat Difoto Terima Uang, Tapi Haknya Raib Dugaan Korupsi Bansos Mengguncang Masohi” Ini Penghianatan Kepada Rakyat

33
×

Rakyat Difoto Terima Uang, Tapi Haknya Raib Dugaan Korupsi Bansos Mengguncang Masohi” Ini Penghianatan Kepada Rakyat

Sebarkan artikel ini

Masohi,-TKN.COM — Aroma bau busuk dugaan penyimpangan bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Maluku Tengah mulai tercium, Warga penerima bansos mengamuk dan melontarkan protes keras usai bantuan tunai dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang seharusnya diterima sebesar Rp1 juta diduga “disulap” menjadi paket sembako oleh pihak penyalur.

Ironisnya, para penerima bantuan terlebih dahulu diminta berfoto memegang uang Rp1 juta sebagai bukti dokumentasi pencairan. Namun setelah sesi foto selesai, uang tersebut justru tidak diberikan kepada warga.

Salah satu penerima bantuan, Apriadi Lewenuasa, mengaku kecewa dan curiga ada permainan dalam penyaluran bansos melalui Kantor Pos dan Giro Masohi.

“Kami difoto pegang uang Rp1 juta, tapi setelah itu uangnya tidak diberikan. Yang kami dapat malah sembako. Ini jelas aneh dan harus dibongkar,” tegasnya.

Praktik ini memicu kemarahan warga karena dinilai mencederai hak masyarakat kecil yang sedang membutuhkan bantuan pemerintah, warga mempertanyakan ke mana perginya uang bansos tersebut dan siapa yang harus bertanggung jawab atas dugaan pengalihan bantuan tunai menjadi sembako, ucap salah satu penerima kepada media saptu 23/5 , yang tak ingin disebutkan namanya.

selaku masyarakat kami mendesak aparat penegak hukum ,baik kepolisian, kejaksaan hingga KPK, segera turun tangan mengusut dugaan korupsi bansos di Kota Masohi , jika benar terjadi, kasus ini dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap rakyat kecil dan tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa proses hukum.

“Jangan rakyat miskin dijadikan alat laporan administrasi , kalau memang bantuannya uang tunai Rp1 juta, kenapa yang diterima hanya sembako?” kecam warga , kami berharap dari peristiwa ini , pihak berwajib memiliki ruang untuk dapat mengusut dan membongkar peristiwa yang di anggap sebagai penghianatan kepada rakyat, tutup sumber.

 

(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *