Berita

Langkah Pemerintah Melalui Tiga Pilar Jadi Dasar Kuat , Konservasi Tidak Menakutkan , Namun Sebaliknya

37
×

Langkah Pemerintah Melalui Tiga Pilar Jadi Dasar Kuat , Konservasi Tidak Menakutkan , Namun Sebaliknya

Sebarkan artikel ini

Maluku,-TKN.COM -Upaya menjaga keberlanjutan sumber daya laut di kawasan Pulau Damer kian diperkuat melalui penerapan tiga pilar utama konservasi laut, yakni perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan berkelanjutan.

Ketiga prinsip ini merujuk pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 21 Tahun 2015, yang menjadi dasar pengelolaan kawasan konservasi perairan di Indonesia.

Pulau Damer dikenal memiliki potensi ekosistem pesisir yang kaya, mulai dari terumbu karang hingga sumber daya perikanan. Dalam konteks ini, pendekatan konservasi tidak lagi semata membatasi aktivitas, dan tidak menakutkan , tetapi mengatur keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan kebutuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Pilar perlindungan difokuskan pada upaya menjaga kawasan laut dari kerusakan sejumlah titik perairan , mulai diarahkan sebagai zona terbatas, termasuk pembatasan aktivitas penangkapan bagi kapal berkapasitas besar di atas 10 GT, terutama di wilayah dengan nilai ekologis tinggi , langkah ini diharapkan mampu menjaga habitat penting sekaligus menjamin keberlanjutan stok ikan .

Sementara itu, pilar pelestarian diwujudkan melalui kegiatan rehabilitasi ekosistem dan edukasi masyarakat pesisir, program penanaman mangrove dan pemulihan terumbu karang menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan lingkungan laut di kawasan tersebut.

Di sisi lain, pilar pemanfaatan berkelanjutan tetap memberi ruang bagi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya laut sebagai sumber penghidupan, aktivitas perikanan tradisional dan pengembangan wisata bahari didorong dengan prinsip ramah lingkungan, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan tanpa merusak ekosistem.

Pendekatan tiga pilar ini menegaskan bahwa konservasi laut bukan berarti menutup akses masyarakat kearifan lokal, seperti praktik sasi laut, hal ini tetap relevan sebagai bagian dari sistem pengelolaan berbasis komunitas, yang mengatur pemanfaatan sumber daya secara bijak dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan diharapkan mampu memastikan implementasi kebijakan ini berjalan efektif di lapangan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci, agar konservasi tidak berhenti sebagai kebijakan normatif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat pesisir.

Pulau Damer kini berada di persimpangan penting , untuk menjaga kekayaan laut tetap lestari sehingga tiga pilar konservasi laut menjadi kunci utama-yang jika dijalankan secara konsisten, diyakini mampu menjaga ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tujuan dan Fungsi Tiga Pilar Konservasi Laut

Perlindungan berfokus pada menjaga keutuhan ekosistem laut agar tidak rusak, dengan tujuan melindungi habitat penting seperti terumbu karang, mangrove, dan padang lamun, serta mencegah kerusakan akibat aktivitas manusia seperti penangkapan destruktif dan pencemaran. Zona inti (no-take zone) menjadi bagian penting dalam pilar ini.

Pelestarian menekankan keberlanjutan ekosistem dalam jangka panjang melalui pemulihan lingkungan yang rusak. Upaya ini meliputi rehabilitasi terumbu karang, penanaman mangrove, serta edukasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Pemanfaatan berkelanjutan Mengatur pemanfaatan sumber daya laut secara bijak untuk mendukung ekonomi masyarakat tanpa merusak lingkungan.

Implementasinya meliputi perikanan berkelanjutan, ekowisata bahari, dan budidaya ramah lingkungan.

TKN 02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *