Berita

Heboh Warga Miskin Desa Buntongi “Menelan Ludah”, 3 Sapi Kurban di Masjid Babussalam Diduga Milik Kelompok Pribadi

33
×

Heboh Warga Miskin Desa Buntongi “Menelan Ludah”, 3 Sapi Kurban di Masjid Babussalam Diduga Milik Kelompok Pribadi

Sebarkan artikel ini

TOJO UNA-UNA,-TKN.COM – Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Desa Buntongi, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, menuai sorotan tajam. Alih-alih merasakan kebahagiaan berbagi di hari raya, sejumlah warga kurang mampu justru didera kekecewaan berat.

Mereka sama sekali tidak mendapatkan pembagian daging kurban dari tiga ekor sapi yang disembelih di halaman Masjid Babussalam.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, ketiga ekor sapi tersebut ternyata bukan sumbangan umum atau dana sosial masjid. Hewan kurban itu merupakan milik pribadi dari tiga kelompok arisan warga, di mana setiap kelompok beranggotakan tujuh orang yang patungan membeli sapi.

Modus Kurban Pribadi di Fasilitas Umum Panitia pelaksana lapangan mengakui bahwa hewan kurban tersebut adalah milik pribadi anggota kelompok arisan.

Daging hasil sembelihan sebagian besar langsung dibawa pulang oleh anggota kelompok masing-masing, dan sisanya hanya dibagikan kepada kerabat dekat mereka.

Akibatnya, warga miskin di sekitar masjid yang berharap mendapat bantuan pangan terpaksa pulang dengan tangan hampa.

Kekecewaan warga semakin memuncak lantaran proses penyembelihan dan pengulitan dilakukan di area halaman masjid, yang selama ini dikenal sebagai pusat kegiatan sosial umat.

“Kalau ini milik pribadi, kenapa harus di masjid? Kenapa hewan tersebut tidak disembelih di rumah masing-masing? Rasanya tidak adil bagi kami yang miskin hanya bisa menonton dan menelan ludah melihat daging dibagikan ke keluarga mereka saja,” ujar salah satu warga setempat dengan nada kecewa saat ditemui di sekitar lokasi.

Warga kini mempertanyakan etika penggunaan fasilitas umum tempat ibadah untuk kepentingan privat yang tidak melibatkan kemaslahatan kaum dhuafa di lingkungan sekitar.

Kepala Desa Buntongi: “Saya Tidak Dilibatkan” Menanggapi polemik yang meresahkan warga tersebut, Kepala Desa Buntongi, Hafid, menyatakan ketidaktahuannya atas pelaksanaan penyembelihan arisan pribadi di lokasi tempat ibadah tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Kamis (28/5/2026), Kades Hafid menjelaskan bahwa pihak pemerintah desa sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan itu.

“Mengenai penyembelihan hewan kurban di Masjid Babussalam Desa Buntongi, saya tidak tahu karena pihak panitia dan masyarakat tidak pernah melibatkan saya sebagai Kepala Desa,” jelas Kades Hafid.

Pernyataan tegas Kepala Desa ini mengindikasikan adanya jarak komunikasi yang serius antara pengelola kegiatan keagamaan di tingkat lapangan dengan struktur pemerintahan desa, atau kegiatan tersebut murni inisiatif kelompok sepihak tanpa prosedur pelaporan.

Desakan Transparansi Fasilitas Masjid Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi tata kelola kegiatan masyarakat dan pihak takmir masjid di Desa Buntongi.

Warga mendesak agar ke depannya penggunaan halaman masjid untuk penyembelihan hewan kurban harus disertai dengan transparansi sumber dana yang jelas.

Jika hewan yang dipotong murni merupakan kurban arisan pribadi yang tidak dialokasikan untuk fakir miskin setempat, warga meminta agar prosesnya dilakukan di kediaman masing-masing.

Hal ini penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan harapan palsu bagi warga yang membutuhkan.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi resmi kepada pihak pengurus Takmir Masjid Babussalam terkait protes dan keluhan warga tersebut masih terus dilakukan.

 

 

(Ahmad Taliabu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *