Ambon,-TKN.COM — Jembatan Merah Putih (JMP) kini dinilai semakin kehilangan fungsi utamanya sebagai jalur strategis kendaraan dan berubah menjadi ruang bebas tanpa pengawasan.
Kondisi ini memicu kemarahan publik setelah berulang kali muncul dugaan upaya bunuh diri hingga berbagai insiden yang terjadi di kawasan tersebut.
Sejumlah kalangan menilai, BPJN Maluku dan Pemerintah Daerah tidak boleh terus tutup mata , JMP bukan taman rekreasi, bukan lokasi nongkrong, dan bukan tempat wisata malam bagi pejalan kakaki.
Secara aturan, jalan dan jembatan strategis seperti JMP sejatinya diperuntukkan bagi kendaraan, bukan aktivitas bebas masyarakat di luar fungsi transportasi , namun ironisnya, kawasan itu justru dibiarkan menjadi titik keramaian tanpa kontrol yang jelas.
“Kalau dari awal fungsi JMP dijaga dengan tegas, mungkin berbagai kejadian tragis tidak terus berulang , tentu Ini bukan sekadar kelalaian, tapi sudah menjadi alarm kegagalan pengawasan,” kritik beberapa warga ambon kepada media ini , kamis 21/5/26.
Sebagai masyarakat kami mempertanyakan sikap BPJN Maluku sebagai pengelola aset negara tersebut , sebab selama ini pengawasan dinilai hanya berorientasi pada menjaga fisik aset, sementara ancaman keselamatan manusia di atas JMP seperti diabaikan.
Kami mendesak agar agar BPJN segera menghentikan aktivitas pejalan kaki di JMP dan tidak lagi membiarkan kawasan itu berubah menjadi lokasi wisata liar yang rawan tragedi.
BPJN juga diminta segera berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Ambon, kepolisian, dan instansi terkait untuk mengambil langkah darurat berupa patroli terpadu, pemasangan CCTV AI, pembatasan akses, hingga pengawasan real time selama 24 jam.
“Jangan tunggu ada korban berikut baru rapat dan saling lempar tanggung jawab , nyawa manusia bukan bahan evaluasi setelah tragedi terjadi,” tegas salah satu tokoh masyarakat kembali.
sebagai tokoh masyarakat kami menilai, jika pihak bpjn lamban dalam mengambilkeputusan, maka JMP perlahan akan lebih dikenal sebagai lokasi tragedi dibanding simbol kebanggaan Maluku.
Kini publik menunggu apakah BPJN akan berkolaborasi dengan pemkot Ambon untuk dapat berani bertindak tegas, mencari langkah dan bisa menerapkan aturan supaya JMP tidak menjadi ruang bebas yang setiap saat bisa memakan korban , kami akan menunggu dan terus mengawal proses ini, tegas sumber.
(red)






























