TOJO UNA-UNA,-TKN.COM _ Pelayanan kesehatan di wilayah Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, menjadi sorotan setelah seorang pasien asal Desa Mire disebut harus dirujuk ke RS Ampana menggunakan mobil sewaan yang disiapkan oleh keluarga.
Menurut keterangan keluarga pasien, ketika proses rujukan berlangsung, ambulans Puskesmas Watusongu disebut berada di lingkungan puskesmas. Namun, pasien justru dibawa menggunakan kendaraan sewaan dan disebut tidak didampingi tenaga medis selama perjalanan menuju Ampana.
Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan serius dari pihak keluarga, terutama menyangkut prosedur rujukan dan keselamatan pasien selama perjalanan.
kondisi pasien disebut semakin lemah di perjalanan
Keluarga menjelaskan, sebelumnya pihak puskesmas menyampaikan bahwa kondisi pasien dinilai belum terlalu parah dan pasien hanya perlu menjalani pemeriksaan di poli rumah sakit.
Atas arahan tersebut, keluarga kemudian menyewa kendaraan untuk membawa pasien menuju RS Ampana.
Namun, dalam perjalanan, kondisi pasien disebut semakin lemah.
Setibanya di Ampana, keluarga akhirnya tidak membawa pasien ke poli sebagaimana rencana awal. Karena kondisi pasien semakin menurun, pasien langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan.
Perubahan kondisi tersebut membuat keluarga mempertanyakan dasar penilaian kondisi pasien sebelum keberangkatan.
ambulans disebut ada, tetapi pasien menggunakan kendaraan sewaan
Salah satu pertanyaan yang hingga kini ingin mendapatkan jawaban adalah mengenai keberadaan ambulans Puskesmas Watusongu.
Keluarga menyebut ambulans berada di lingkungan puskesmas ketika pasien membutuhkan rujukan. Namun, pasien justru diberangkatkan menggunakan mobil sewaan.
Bagi keluarga, persoalannya bukan hanya mengenai kendaraan, melainkan menyangkut keselamatan pasien selama perjalanan dari Desa Mire menuju Ampana.
Terlebih, pasien disebut mengalami kondisi yang semakin lemah dalam perjalanan dan tidak didampingi tenaga kesehatan.
Keluarga juga mengaku harus menanggung sendiri biaya kendaraan yang digunakan untuk membawa pasien menuju rumah sakit.
dokter disebut tidak berada di tempat
Selain persoalan ambulans, keluarga juga menyampaikan bahwa dokter yang disebut bertugas di Puskesmas Watusongu saat itu tidak berada di lokasi.
Menurut informasi yang diterima keluarga, dokter tersebut disebut sedang berada di Palu. Sementara arahan mengenai kondisi pasien disebut disampaikan melalui asisten dokter melalui sambungan telepon.
Keterangan ini masih perlu dikonfirmasi kepada pihak Puskesmas Watusongu dan dokter yang bersangkutan.
Publik tentu membutuhkan penjelasan mengenai bagaimana pemeriksaan pasien dilakukan, siapa yang mengambil keputusan terkait rujukan, serta bagaimana pelayanan diberikan ketika dokter tidak berada langsung di puskesmas.
keluarga minta pelayanan kesehatan dievaluasi
Keluarga berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait.
Mereka meminta penjelasan mengenai alasan pasien tidak menggunakan ambulans, alasan tidak adanya pendamping tenaga kesehatan, serta bagaimana kondisi pasien dinilai sebelum diberangkatkan menuju RS Ampana.
Menurut keluarga, masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan tentu berharap mendapatkan pelayanan yang aman dan sesuai kebutuhan medis.
Karena itu, setiap persoalan dalam proses rujukan dinilai perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
publik menunggu klarifikasi
Hingga berita ini disusun, sejumlah informasi penting dalam kasus tersebut masih berdasarkan keterangan keluarga pasien dan belum dikonfirmasi secara independen kepada seluruh pihak terkait.
Puskesmas Watusongu dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-Una diharapkan memberikan klarifikasi mengenai prosedur pemeriksaan dan rujukan pasien, penggunaan ambulans, keberadaan tenaga medis pendamping, serta keberadaan dokter pada saat kejadian.
(Sunarto Katjo)

































