Berita

Duduk Perkara: Nenek Kelaparan di Tojo Una-Una Diduga Dianiaya hingga Babak Belur, Leher Dicekik Lelaki Tak Berperikemanusiaan

396
×

Duduk Perkara: Nenek Kelaparan di Tojo Una-Una Diduga Dianiaya hingga Babak Belur, Leher Dicekik Lelaki Tak Berperikemanusiaan

Sebarkan artikel ini

TOJO UNA-UNA,-TKN.COM  – Sungguh biadab dan menyayat hati! Seorang nenek renta sebatangkara bernama Arina Lamaru (Mak Uni), yang telah berusia 69 tahun, harus menjadi korban kebiadaban dan penganiayaan keji.

Warga Desa Bomba, Kecamatan Batudaka, Kabupaten Tojo Una-Una ini dianiaya hingga babak belur di saat dirinya tengah berjuang menahan perihnya rasa lapar.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Minggu, 12 Juli 2026. Berdasarkan informasi dan pengakuan pihak keluarga korban yang diterima oleh awak media melalui sambungan WhatsApp pada Selasa, 14 Juli 2026, petaka ini bermula dari jeritan perut sang nenek yang kosong.

Karena tidak memiliki makanan dan tinggal sendirian sementara tiga anak perempuannya merantau di luar daerah Nenek Arina melangkahkan kaki ringkihnya menuju rumah salah seorang kerabatnya berinisial I.C. Dengan harapan bisa menyambung hidup, ia bermaksud meminta sedikit beras.

Namun, harapan itu pupus setelah I.C menjawab ketus, “Saya tidak ada beras saya juga sekarag memasak ”
Dengan tangan hampa dan tubuh lemas kelaparan, Nenek Arina kemudian beranjak pulang.

Namun di tengah jalan, ia berpapasan dengan seorang lelaki berinisial P.I. Entah setan apa yang merasuki pikiran lelaki tersebut, tanpa belas kasihan dan tanpa alasan yang jelas, P.I langsung melayangkan pukulan keras ke arah wajah renta sang nenek.

Pukulan bertubi-tubi itu mendarat telak di wajah keriput yang telah dimakan usia, hingga mengakibatkan luka bengkak dan lebam membiru yang amat parah.

Tidak sampai di situ, tindakan P.I makin brutal. Lelaki tersebut tega mencekik leher Nenek Arina Lamaru 69 yang sudah tidak berdaya dan lemas karena kelaparan.

Saat ini, pihak keluarga tengah memperjuangkan keadilan bagi Nenek Arina. Berdasarkan konfirmasi dari dokter umum yang bertugas di Puskesmas Moloagu, Kecamatan Batudaka, hasil visum (visum et repertum) terhadap luka-luka korban telah selesai dilakukan.

Pihak puskesmas kini tinggal menunggu perintah resmi dari kepolisian untuk menyerahkan hasil visum tersebut secara sah.

Masyarakat mengecam keras tindakan pengecut pelaku dan mendesak aparat kepolisian Polres Tojo Una-Una segera menangkap serta menghukum berat P.I atas tindakan tidak manusiawi terhadap lansia malang tersebut.

 

(Ahmad Tuliabu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *