Berita

Wider Nurlatu, Tokoh Pemuda Adat Watemun: Dukung Penuh TNI PAM di Gunung Botak Demi Kedaulatan Petuanan Kayeli dan Kesejahteraan Masyarakat Buru

227
×

Wider Nurlatu, Tokoh Pemuda Adat Watemun: Dukung Penuh TNI PAM di Gunung Botak Demi Kedaulatan Petuanan Kayeli dan Kesejahteraan Masyarakat Buru

Sebarkan artikel ini

BURU,-TKN.COM — Wider Nurlatu, yang juga dikenal sebagai Tokoh Pemuda Adat Watemun, secara tegas menyampaikan dukungan penuh terhadap kehadiran unsur TNI Pengamanan (PAM) di wilayah Gunung Botak, Kabupaten Buru. Dukungan ini disampaikan dalam rangka menjaga dan mengawal kedaulatan wilayah petuanan adat Kayeli, serta demi terwujudnya keamanan, ketenteraman, dan kesejahteraan seluruh masyarakat Pulau Buru.

Dalam pernyataannya, Wider Nurlatu menegaskan bahwa wilayah Gunung Botak merupakan bagian tak terpisahkan dari petuanan adat Kayeli yang harus dijaga bersama, baik oleh pemerintah, aparat keamanan, maupun masyarakat adat dan warga pada umumnya.

“Kehadiran TNI di Gunung Botak sangat kami sambut baik dan kami dukung sepenuhnya. Ini bukan sekadar soal pengamanan wilayah, melainkan soal menjaga petuanan leluhur Kayeli agar tetap terjaga, tidak terganggu, dan dikelola dengan benar demi kepentingan bersama, bukan kepentingan segelintir pihak saja,” ujar Wider Nurlatu.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengamanan wilayah petuanan harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat Buru secara menyeluruh, terutama masyarakat adat yang telah lama bermukim dan menggantungkan hidup dari tanah dan alam di sekitar wilayah tersebut.

“Kami ingin tanah kami terjaga, sumber daya alamnya dikelola dengan bijak, dan hasilnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Pulau Buru. TNI hadir untuk menjaga keamanan, dan kami dari pihak adat siap bekerja sama, karena tujuan kami sama: menjaga kedamaian dan menciptakan kesejahteraan bersama,” tambahnya.

Sebagai Tokoh Pemuda Adat Watemun, Wider Nurlatu juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, tokoh adat, pemuda, dan warga sekitar untuk bersinergi dengan aparat keamanan. Kerja sama antara pihak adat, masyarakat, dan TNI diharapkan dapat mencegah berbagai pelanggaran, menjaga kelestarian lingkungan, serta memastikan setiap aktivitas di wilayah Gunung Botak tidak merugikan hak-hak masyarakat adat dan warga setempat.

“Petuanan Kayeli adalah milik kita semua. Mari kita jaga bersama. Dengan TNI yang mengawal dan adat yang berdiri tegak, Insya Allah kesejahteraan masyarakat Buru akan tercapai,” tutup Wider Nurlatu.

Dukungan ini menjadi langkah konkret sinergitas antara tokoh adat dan aparat keamanan dalam menjaga kedaulatan wilayah, melindungi hak petuanan adat, serta membangun Pulau Buru yang aman, damai, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *