Berita

Dermaga Baulu Roboh Usai Diduga Ditabrak Kapal BBM, Sejumlah Guru Nyaris Jadi Korban

50
×

Dermaga Baulu Roboh Usai Diduga Ditabrak Kapal BBM, Sejumlah Guru Nyaris Jadi Korban

Sebarkan artikel ini

TOGEAN,-TKN.COM — Dermaga Desa Baulu, Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, roboh pada Jumat, 14 Agustus 2026 sekitar pukul 03.30 WITA.

Peristiwa tersebut diduga terjadi setelah dermaga yang selama ini menjadi salah satu akses penting masyarakat Kepulauan Togean ditabrak kapal pengangkut minyak atau bahan bakar minyak (BBM).

Menurut informasi yang disampaikan warga, kapal tersebut merupakan salah satu kapal yang biasa melayani distribusi BBM ke sejumlah wilayah di Kepulauan Togean, di antaranya Desa Baulu, Malenge, Wakai dan sejumlah desa lainnya.

Insiden itu menjadi semakin memprihatinkan karena saat kejadian terdapat sejumlah ibu-ibu yang berprofesi sebagai guru berada di sekitar dermaga. Mereka disebut hendak membawa para murid untuk mengikuti kegiatan Pramuka di desa lain.

Benturan yang terjadi kemudian membuat kondisi dermaga berubah menjadi kepanikan. Para guru yang berada di lokasi disebut berusaha menyelamatkan diri ketika bangunan mulai roboh.

Menurut keterangan warga, sejumlah guru perempuan bahkan sempat berteriak meminta pertolongan karena berada dalam situasi yang membahayakan keselamatan mereka.

Warga juga menyebut tidak melihat adanya awak kapal BBM yang turun memberikan pertolongan kepada warga yang berada di sekitar dermaga setelah kejadian tersebut.

Beruntung, insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, seorang warga asal Desa Tobil dilaporkan mengalami luka-luka dan keseleo. Sejumlah barang bawaan milik para guru dan peserta kegiatan juga ikut terdampak.

Dermaga Sudah Lama Rusak Selain dugaan benturan kapal, kondisi fisik Dermaga Baulu juga menjadi sorotan masyarakat.

Warga menyebut dermaga tersebut telah lama mengalami kerusakan. Sejumlah papan kayu terlihat lapuk, bagian lantai mengalami kerusakan, sementara konstruksi penyangga dan atap juga berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Dermaga atau jembatan itu so lama rusak, cuma dikasih biar terus. Akhirnya berakibat fatal. Syukur tidak ada makan korban jiwa,” ujar seorang warga.

Menurut warga, kondisi bangunan yang telah lama mengalami kerusakan tersebut membuat dermaga menjadi semakin rentan. Benturan kapal kemudian diduga memperparah kondisi konstruksi hingga akhirnya roboh.

Guru-Guru Nyaris Kehilangan Nyawa Peristiwa tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan fasilitas umum, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan masyarakat.

Para guru yang berada di lokasi pada dini hari itu disebut nyaris menjadi korban. Mereka berada di dermaga untuk mendukung kegiatan pendidikan dan membawa murid mengikuti kegiatan Pramuka.

Masyarakat menilai kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius karena dermaga merupakan fasilitas vital bagi aktivitas warga di wilayah kepulauan.

Jika kondisi dermaga yang sudah rusak tetap dibiarkan, warga khawatir kejadian serupa dapat kembali terjadi dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.

Warga Pertanyakan Tanggung Jawab Pasca robohnya dermaga, masyarakat mempertanyakan tanggung jawab atas insiden tersebut, khususnya terkait dugaan benturan kapal BBM dengan bangunan dermaga.

Warga juga mempertanyakan tindakan pihak kapal setelah kejadian, terutama karena terdapat warga yang berada di lokasi dan disebut membutuhkan pertolongan.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kapal BBM mengenai kronologi kejadian maupun dugaan benturan yang menyebabkan dermaga roboh.

Belum diketahui pula secara pasti apakah kerusakan dermaga sepenuhnya disebabkan oleh benturan kapal atau merupakan akibat gabungan antara kondisi bangunan yang sudah lama rusak dengan benturan tersebut.

Pemerintah Diminta Segera Bertindak Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi teknis segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Dermaga Baulu.

Pemeriksaan dinilai penting untuk mengetahui secara pasti penyebab robohnya dermaga, tingkat kerusakan, serta memastikan aspek keselamatan masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut.

 

(Ahmad Tuliabu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *