NAMROLE,-TKN.COM _ 26 Oktober 2026 — Rapat penyelesaian sengketa lahan di kawasan Tifu Emngesa yang berlangsung hari ini di Kantor Camat Namrole menuai kekecewaan dari pihak Keluarga Besar Nurlatu. Rapat yang dihadiri kedua belah pihak, aparat pemerintah, kepolisian, dan para pemangku adat ini dinilai belum menghasilkan kejelasan mengenai pembuktian asal-usul marga dan hak kepemilikan atas lahan yang disengketakan.
SITUASI RAPAT
Rapat yang digelar di ruang rapat Kantor Camat Namrole ini dihadiri secara langsung oleh: Perwakilan Keluarga Besar Nurlatu- Perwakilan Marga Behuku / Hukunala- Camat Namrole- Kapolsek Namrole- Kasat Intel Polres Buru Selatan- Para Pimpinan Adat, Kepala Soa, dan undangan lainnya.
Dalam forum tersebut, Andreas Behuku diminta untuk membuktikan secara jelas dan sah asal-usul marganya serta hak kepemilikan atas lahan Tifu Emngesa. Namun, hingga rapat berakhir, pihak Keluarga Besar Nurlatu menilai pembuktian tersebut belum dapat ditunjukkan dengan jelas dan meyakinkan.
KETEGASAN KELUARGA BESAR NURLATU
Perwakilan Keluarga Besar Nurlatu menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja pimpinan rapat, dalam hal ini Camat Namrole, yang dinilai belum mampu memimpin forum secara netral dan objektif untuk mengungkap kebenaran atas sengketa ini.
“Kami meminta Camat Namrole untuk berdiri tegak lurus, tidak memihak salah satu pihak. Tugas pemimpin forum adalah mencari kebenaran, bukan memuluskan keinginan satu pihak saja. Hari ini kami kecewa karena pembuktian yang diminta belum terwujud.” Tegas perwakilan Keluarga Besar Nurlatu di hadapan seluruh peserta rapat.
Keluarga Besar Nurlatu menegaskan bahwa sengketa ini berakar pada belum jelasnya pembuktian asal-usul marga yang diklaim oleh Andreas Behuku terkait hak atas lahan Tifu Emngesa. Mereka berharap proses penyelesaian ke depan benar-benar berjalan berdasarkan fakta adat, dokumen hukum, dan kesaksian para pemangku adat yang sah.
HARAPAN KE DEPAN
Keluarga Besar Nurlatu menyatakan tetap membuka diri untuk menyelesaikan masalah ini melalui jalur adat maupun hukum yang berlaku, namun menekankan bahwa kebenaran dan keadilan harus menjadi landasan utama. Mereka meminta Camat Namrole dan aparat terkait untuk lebih siap dan profesional dalam memfasilitasi pertemuan selanjutnya, sehingga sengketa ini dapat diselesaikan dengan adil, damai, dan berkelanjutan.
- Redaksi Target Kasus News
- (Berita ini akan kami perbarui apabila ada tanggapan resmi dari pihak Camat Namrole maupun pihak Marga Behuku/Hukunala)



































