Nasional

KM Sabuk Nusantara 99 Berlabuh di Muara Paguyaman, Turunkan Lima WNA, Munculkan Tanda Tanya Besar

40
×

KM Sabuk Nusantara 99 Berlabuh di Muara Paguyaman, Turunkan Lima WNA, Munculkan Tanda Tanya Besar

Sebarkan artikel ini

GORONTALO,-TKN.COM – Sebuah peristiwa yang dinilai tidak biasa terjadi di perairan Muara Paguyaman pada Jumat, 24 Juli 2026. Sebuah kapal yang belakangan diketahui bernama KM Sabuk Nusantara 99 dilaporkan masuk ke kawasan muara dan melakukan aktivitas berlabuh yang mengundang perhatian masyarakat serta awak media.

 

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, kapal tersebut tidak berlabuh di pelabuhan resmi, melainkan berada di kawasan Muara Paguyaman yang terletak di antara Pelabuhan Paguyaman dan Pelabuhan Gorontalo. Lokasi tersebut bukan merupakan terminal sandar reguler bagi kapal penumpang, sehingga kehadiran kapal memunculkan berbagai pertanyaan.

 

Saat kapal berada di lokasi, terlihat lima orang warga negara asing (WNA) turun dari kapal, terdiri atas satu perempuan dan empat laki-laki. Tidak berselang lama setelah tiba di daratan, kelima orang tersebut dilaporkan langsung dijemput menggunakan sebuah mobil dan meninggalkan lokasi.

 

Awak media yang berada di tempat kemudian berupaya meminta keterangan kepada awak kapal mengenai identitas kapal dan tujuan pelayaran. Menurut penjelasan awak kapal, kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, pada Kamis, dengan tujuan Pelabuhan Gorontalo. Namun, ketika ditanya mengenai nama kapal, awak kapal memberikan penjelasan yang menurut wartawan terdengar sebagai “Vistik Voucer”. Karena posisi kapal berada cukup jauh dari daratan, tulisan nama kapal tidak dapat dibaca secara jelas dengan mata telanjang.

 

Setelah dilakukan pemotretan menggunakan kamera dengan kemampuan pembesaran, gambar tersebut kemudian diproses menggunakan aplikasi peningkatan kualitas gambar. Dari hasil pengolahan itu, nama yang tampak pada badan kapal terbaca sebagai KM Sabuk Nusantara 99.

 

Untuk memastikan informasi tersebut, awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada petugas di Pelabuhan Ampana. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, rute reguler Ampana–Gorontalo disebut menggunakan KM Sabuk Nusantara 78, bukan KM Sabuk Nusantara 99. Perbedaan informasi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai status pelayaran kapal yang terlihat di Muara Paguyaman.

 

Peristiwa ini menjadi perhatian karena adanya sejumlah hal yang dianggap tidak lazim, mulai dari lokasi kapal berlabuh yang berada di kawasan muara, proses penurunan penumpang yang tidak dilakukan di pelabuhan resmi, hingga adanya perbedaan informasi mengenai kapal yang melayani rute Ampana–Gorontalo. Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat pernyataan resmi dari instansi berwenang yang menyatakan bahwa telah terjadi pelanggaran atau aktivitas melawan hukum.

 

Masyarakat berharap otoritas terkait, seperti KSOP, Syahbandar, KPLP, Bakamla, TNI AL, Polairud, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, serta instansi keimigrasian, dapat melakukan penelusuran menyeluruh terhadap kejadian tersebut. Pemeriksaan terhadap dokumen pelayaran, manifest penumpang, izin pelabuhan, serta alasan kapal melakukan sandar di kawasan muara dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada publik.

 

Perairan Indonesia merupakan wilayah strategis yang menjadi jalur lalu lintas manusia dan barang. Oleh sebab itu, setiap aktivitas pelayaran perlu berlangsung sesuai prosedur yang berlaku demi menjamin keselamatan pelayaran, keamanan wilayah, dan pengawasan terhadap keluar masuknya orang melalui jalur laut.

 

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh pihak yang berada di lokasi dan hasil konfirmasi yang disebutkan kepada petugas pelabuhan. Dugaan atau kecurigaan yang disebutkan dalam pemberitaan ini belum merupakan fakta yang telah dibuktikan. Penjelasan dari pihak operator kapal maupun instansi pemerintah yang berwenang masih diperlukan agar informasi yang beredar dapat diverifikasi secara menyeluruh.

 

Ahmad Tuliabu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *