Berita

Efek Pilkada Masih Jauh, Ucapan HUT GPM ke-91 Minim di Sudut Kota Ambon Masyarakat Catat momen Hari ini

46
×

Efek Pilkada Masih Jauh, Ucapan HUT GPM ke-91 Minim di Sudut Kota Ambon Masyarakat Catat momen Hari ini

Sebarkan artikel ini

Ambon,-TKN.COM – Menjelang H-1 peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Protestan Maluku (GPM) ke-91, suasana Kota Ambon justru dinilai masih minim dengan spanduk maupun baliho ucapan selamat yang biasanya menghiasi sejumlah sudut kota.

Pantauan media ini, Sabtu (5/9/2026), di sejumlah titik yang menjadi pusat keramaian masyarakat, termasuk kawasan sekitar Tugu Trikora, memperlihatkan tidak banyak ditemukan spanduk ucapan HUT GPM ke-91 dari para tokoh maupun pejabat yang selama ini wajahnya kerap menghiasi ruang publik melalui berbagai baliho ucapan.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebab, pemandangan berbeda sering terlihat ketika memasuki momentum politik. Berbagai ucapan selamat hari besar maupun peringatan tertentu biasanya bermunculan dalam beragam ukuran dan desain, lengkap dengan foto serta nama tokoh.

Sejumlah warga yang ditemui media ini di sela-sela menyaksikan lomba gerak jalan indah menjelang HUT GPM ke-91 dan HUT Kota Ambon ke-451, menyayangkan minimnya ucapan yang dipasang di ruang-ruang publik.

“Kalau menjelang tahun politik, biasanya spanduk ucapan banyak sekali. Sekarang, ketika Pilkada masih jauh, justru hampir tidak terlihat,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Warga tersebut menunjuk kawasan sekitar Tugu Trikora sebagai salah satu lokasi yang menurutnya pada momentum-momentum sebelumnya kerap dipenuhi spanduk ucapan.

“Di depan tempat saya berdiri ini, biasanya ada spanduk ucapan yang membentang. Sekarang tidak terlihat. Apakah karena tahun politik masih jauh?” katanya.

Fenomena tersebut kemudian memunculkan persepsi kritis di kalangan masyarakat. Apakah ucapan pada hari-hari besar benar-benar lahir dari ketulusan memberikan penghormatan, atau baru menjadi ramai ketika kepentingan politik mulai mendekat?

Tentu, tidak munculnya spanduk ucapan tidak serta-merta membuktikan adanya motif politik. Bisa saja para tokoh atau lembaga memiliki pertimbangan lain, termasuk keterbatasan anggaran, kebijakan pemasangan reklame, atau memilih menyampaikan ucapan melalui media sosial.

Namun bagi sebagian masyarakat, konsistensi menjadi hal yang penting.

“Jangan hanya ketika memasuki tahun politik baru banyak ucapan bermunculan. Saat masyarakat membutuhkan perhatian dan ketika ada momentum hari besar keagamaan maupun daerah, seharusnya juga ada kepedulian,” ujar warga lainnya.

Ia bahkan mengingatkan masyarakat agar menjadikan rekam jejak sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan politik pada masa mendatang.

“Jangan sampai muncul dengan istilah tiba saat tiba akal. Masyarakat harus melihat siapa yang hadir bukan hanya ketika membutuhkan suara,” katanya.

Sorotan juga diarahkan kepada para wakil rakyat, baik di DPRD Kota Ambon maupun DPRD Provinsi Maluku. Masyarakat mempertanyakan mengapa wajah-wajah yang selama ini sering muncul dalam berbagai baliho ucapan belum banyak terlihat memberikan ucapan secara terbuka menjelang HUT GPM ke-91.

“Dokumentasi tahun ini akan kami simpan. Kalau tahun depan atau ketika memasuki tahun politik wajah-wajah itu mulai bermunculan dengan ucapan, kami akan bandingkan dengan kondisi sekarang,” ujar sumber tersebut.

Fenomena ini menjadi catatan tersendiri menjelang HUT GPM ke-91. Bagi masyarakat, penghormatan terhadap hari besar keagamaan dan daerah semestinya tidak bergantung pada dekat atau jauhnya momentum politik , dan yang terlihat sampai saat ini hanya Anggota DPRD kota Ambon Valentino A dari partai Gerindra , dapil Sirimau dan Fraksi PDI P provinsi Maluku.

Sebab, bagi publik, ketulusan bukan hanya terlihat ketika membutuhkan dukungan, tetapi juga ketika tidak ada kepentingan elektoral yang sedang dipertaruhkan.

 

(Erol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *