GORONTALO,-TKN.COM – Penggerebekan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas perjudian oleh aparat Polsek Biluhu dilaporkan berujung pada meninggalnya seorang warga.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Minggu, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 22.30 WITA, di Desa Biluhu Barat , Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo.
Informasi awal mengenai kejadian tersebut dilansir dari unggahan Facebook akun Arsan N. Nusi. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa saat aparat melakukan penggerebekan di lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas perjudian, sejumlah orang yang berada di lokasi disebut mengalami kepanikan.
Seorang warga kemudian dilaporkan berlari meninggalkan lokasi dan akhirnya meninggal dunia tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
Setelah memperoleh informasi dari media sosial tersebut, awak media kemudian melakukan komunikasi langsung melalui pesan WhatsApp dengan salah seorang keluarga korban berinisial S.P.S.
Dalam keterangannya, S.P.S. menyebut korban bernama Bura, berusia sekitar 60 tahun, dan merupakan warga Desa Biluhu Barat.
«“Bura meninggal karena lari ketakutan saat ada penggerebekan. Setelah itu, dia ditemukan sudah meninggal tidak jauh dari lokasi,” ujar S.P.S. kepada awak media melalui pesan WhatsApp.»
S.P.S. juga menyampaikan bahwa pihak keluarga dan masyarakat masih berupaya mengetahui secara lebih jelas rangkaian kejadian yang menyebabkan Bura meninggal dunia.
«“Kami masih mencari tahu bagaimana sebenarnya kejadian saat penggerebekan itu berlangsung. Yang kami tahu, Bura lari karena ketakutan,” ungkapnya.»
Selain persoalan meninggalnya warga tersebut, S.P.S. menyebut masyarakat juga mempertanyakan prosedur pelaksanaan penggerebekan, termasuk mengenai dugaan tidak adanya surat atau dasar pelaksanaan penggerebekan.
«“Masyarakat juga mempertanyakan penggerebekan itu, termasuk apakah ada surat izin atau dasar yang jelas dalam melakukan penggerebekan,” kata S.P.S.»
Namun demikian, pernyataan mengenai penyebab kematian korban maupun persoalan prosedur penggerebekan tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga dan masyarakat. Hal tersebut perlu dikonfirmasi kepada pihak kepolisian dan dibuktikan melalui pemeriksaan medis serta penyelidikan resmi.
Meninggalnya Bura setelah peristiwa tersebut kini menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah pertanyaan muncul mengenai kondisi korban sebelum meninggal, kronologi ketika korban melarikan diri, serta apakah kepanikan saat penggerebekan memiliki hubungan langsung dengan kematian korban.
Untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut, diperlukan keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi, pemeriksaan medis terhadap korban, serta penjelasan resmi dari aparat kepolisian.
Hingga berita ini disusun, pihak Polsek Biluhu diharapkan memberikan penjelasan mengenai kronologi penggerebekan, dugaan aktivitas perjudian, dasar pelaksanaan tindakan kepolisian, serta rangkaian kejadian hingga seorang warga dilaporkan meninggal dunia.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengambil kesimpulan sepihak sebelum adanya hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.
Catatan: Berita ini disusun berdasarkan informasi awal dari unggahan Facebook akun Arsan N. Nusi dan keterangan langsung keluarga korban berinisial S.P.S. Keterangan narasumber mengenai penyebab kematian korban dan prosedur penggerebekan masih perlu dikonfirmasi kepada pihak kepolisian serta instansi berwenang.
(Ahmad Tuliabu)

































