Nasional

Siswi SMK Asal Korompeli Kehilangan Mata Kanan, Keluarga Dihadapkan Tagihan Rp42 Juta

36
×

Siswi SMK Asal Korompeli Kehilangan Mata Kanan, Keluarga Dihadapkan Tagihan Rp42 Juta

Sebarkan artikel ini

MOROWALI UTARA,-TKN.COM — Ujian berat tengah dihadapi seorang siswi kelas III SMK asal Desa Korompeli, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara. Pelajar perempuan berinisial A harus kehilangan mata kanannya setelah mengalami insiden saat bermain bersama rekannya menggunakan senapan angin.

 

Peristiwa tersebut bermula ketika senapan angin yang digunakan saat bermain sempat dianggap tidak memiliki peluru. Namun, senapan ternyata masih mampu melontarkan proyektil yang kemudian mengenai mata kanan A.

 

Akibat insiden tersebut, A harus mendapatkan perawatan serius hingga menjalani operasi pengangkatan mata kanan di RSUD Wahidin Sudirohusodo Makassar.

 

Sebelumnya, korban dirujuk dari Morowali Utara menggunakan ambulans rujukan dan disebut didampingi tenaga kesehatan dari RSUD Kolonodale. Dalam proses pengobatan, keluarga juga diminta melengkapi dokumen kronologis kejadian untuk kebutuhan administrasi BPJS Kesehatan.

 

Keluarga mengaku sebelumnya mendapat informasi bahwa biaya pengobatan korban akan ditanggung BPJS Kesehatan. Namun, persoalan baru muncul setelah tindakan operasi dilakukan.

 

Saat hendak membawa A pulang, keluarga mengaku mendapat pemberitahuan mengenai kewajiban pembayaran dengan rincian sementara mencapai sekitar Rp42 juta. Keluarga disebut diberi waktu hingga Jumat, 14 Agustus 2026, untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

 

Kondisi itu membuat keluarga berada dalam situasi sulit. Di satu sisi, mereka harus menerima kenyataan pahit bahwa A, yang masih duduk di bangku sekolah, kini kehilangan mata kanannya. Di sisi lain, keluarga harus menghadapi persoalan biaya pengobatan puluhan juta rupiah.

 

«“Kalau bisa bantu dulu kami, Pak. Sampaikan ke Pak Gubernur Sulteng dan Pak Bupati Morowali Utara. Kami punya kemenakan sudah kehilangan mata, sekarang kami menghadapi pergumulan, di mana mau ambil uang sebanyak itu,” ungkap tante korban.»

 

Keluarga berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat membantu mencarikan solusi atas persoalan pembiayaan tersebut, termasuk memberikan kejelasan mengenai status penjaminan BPJS Kesehatan dan rincian biaya yang disebut mencapai puluhan juta rupiah.

 

Bagi keluarga, kehilangan mata kanan merupakan luka yang akan dibawa A sepanjang hidupnya. Mereka berharap persoalan biaya tidak semakin menambah beban psikologis dan ekonomi keluarga.

 

Masyarakat juga berharap ada perhatian dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara agar persoalan yang dihadapi keluarga dapat segera mendapatkan jalan keluar.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak RSUD Kolonodale terkait persoalan pembiayaan tersebut. Penjelasan dari pihak rumah sakit maupun BPJS Kesehatan diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai status penjaminan dan dasar munculnya tagihan tersebut.

 

Berita ini dilansir dari postingan Facebook yang diunggah oleh akun bernama “Tentang Mori”, yang memuat informasi mengenai kondisi korban dan keluhan keluarga terkait persoalan biaya pengobatan.

 

Semoga ada jalan keluar bagi A dan keluarganya, serta perhatian nyata terhadap seorang pelajar yang kini harus melanjutkan kehidupannya dengan satu mata.

Sumber: Facebook – Tentang Mori #MorowaliUtara #Korompeli #Kemanusiaan #BPJSKesehatan

 

 

(Ahmad Tuliabu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *