Sulawesi Tengah,-TKN.COM _ Menjadi senior dalam dunia jurnalistik adalah sebuah perjalanan, bukan alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain.
Waktu yang panjang memang layak dihargai. Pengalaman patut dihormati. Tetapi senioritas tidak seharusnya berubah menjadi kesombongan, apalagi dijadikan alasan untuk merendahkan mereka yang baru memulai langkah.
Sebab pada akhirnya, yang membuat seorang jurnalis bernilai bukan berapa lama ia menyandang predikat sebagai senior, melainkan seberapa besar integritas, keberanian, dan tanggung jawabnya dalam menjalankan profesi.
Jangan pula terlalu bangga hanya karena merasa dekat dengan seorang pemimpin.
Kedekatan dengan kekuasaan bukanlah ukuran kualitas seorang jurnalis. Duduk satu meja dengan pejabat, bersalaman dengan pemimpin, atau sering terlihat bersama orang-orang berkuasa tidak otomatis membuat seseorang lebih hebat daripada jurnalis lainnya.
Ada sebuah perumpamaan sederhana:
“Seekor kambing yang masuk ke kandang sapi, tidak akan berubah wujud menjadi sapi.”
Begitu pula seorang jurnalis. Berada dekat dengan orang besar tidak serta-merta menjadikan dirinya besar. Berada di sekitar kekuasaan tidak otomatis membuat seseorang memiliki kewibawaan.
Yang menentukan siapa diri kita adalah karakter, karya, dan integritas.
Jurnalisme bukan panggung untuk mempertontonkan siapa yang paling dekat dengan penguasa. Jurnalisme adalah ruang untuk menyuarakan kebenaran, memperjuangkan kepentingan publik, dan menjalankan profesi dengan hati nurani.
Karena itu, jangan merasa paling senior hanya karena lebih dahulu mengenal dunia jurnalistik.
Jangan merasa paling hebat hanya karena memiliki banyak kenalan.
Dan jangan merasa paling berpengaruh hanya karena sering berada di sekitar pemimpin.
Sebab ketika jabatan berakhir, kekuasaan berganti, dan panggung kehidupan berpindah, yang akan tetap tinggal hanyalah nama baik dan jejak perbuatan.
Senioritas tanpa keteladanan hanyalah angka waktu.
Kedekatan dengan kekuasaan tanpa integritas hanyalah kebanggaan sementara.
Sedangkan jurnalis yang benar-benar dihormati adalah mereka yang tetap berdiri tegak, baik ketika berada di dekat kekuasaan maupun ketika berdiri sendirian.
Maka kepada siapa pun yang merasa dirinya senior, tidak ada salahnya sesekali melihat ke belakang dan bertanya kepada diri sendiri:
Sudahkah pengalaman panjang itu membuat kita semakin bijaksana, atau justru semakin tinggi hati?
Sebab menjadi senior seharusnya membuat seseorang semakin rendah hati, bukan semakin sombong.
Karena semakin tinggi pohon, semakin banyak angin yang menerpanya. Dan semakin tinggi seseorang berdiri, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk tetap membumi.
(Ahmad Tuliabu)

































