Nasional

Rakyat Kepulauan Togean Bersuara: “Jangan Biarkan Pengorbanan Kami Berakhir di Tumpukan Berkas”

28
×

Rakyat Kepulauan Togean Bersuara: “Jangan Biarkan Pengorbanan Kami Berakhir di Tumpukan Berkas”

Sebarkan artikel ini

TOJO UNA-UNA,-TKN.COM  – Suara hati masyarakat Kepulauan Togean kembali menggema. Mereka berharap setiap laporan yang telah disampaikan kepada aparat penegak hukum dapat diproses secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

 

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan, mencari keadilan bukanlah perjalanan yang mudah. Jarak yang jauh antara Kepulauan Togean dan Ampana, ibu kota Kabupaten Tojo Una-Una, memaksa mereka mengeluarkan biaya transportasi, meninggalkan pekerjaan, bahkan menghadapi risiko perjalanan laut yang tidak selalu bersahabat.

 

W, W, N, dan H,M.K, warga Desa Katupat, Kecamatan Togean, mengungkapkan bahwa setiap kali mereka datang membawa laporan, mereka datang dengan harapan besar agar persoalan yang disampaikan memperoleh kepastian penanganan.

 

«”Seandainya kami memiliki kewenangan untuk menyelesaikan sendiri persoalan yang terjadi, mungkin kami tidak perlu datang melapor kepada aparat penegak hukum. Namun karena kami percaya kepada hukum dan negara, kami memilih menempuh jalur yang benar,” ujar mereka.»

 

Menurut para narasumber, perjalanan dari Kepulauan Togean menuju Ampana bukan sekadar perjalanan biasa. Saat musim ombak, keselamatan menjadi taruhan. Tidak sedikit warga yang harus menunda keberangkatan karena cuaca buruk, sementara mereka berharap laporan yang dibawa dapat segera ditindaklanjuti.

 

“Kami berangkat dari kepulauan dengan penuh pengorbanan. Waktu kami habis di perjalanan, biaya yang kami keluarkan tidak sedikit, bahkan ketika ombak besar kami mempertaruhkan keselamatan. Kami hanya berharap laporan yang kami bawa tidak berakhir menjadi tumpukan berkas tanpa kepastian,” ungkap mereka.

 

Mereka menegaskan bahwa masyarakat tidak menuntut perlakuan istimewa. Yang diharapkan hanyalah pelayanan hukum yang memberikan kepastian serta informasi yang jelas mengenai perkembangan setiap laporan yang telah diterima.

 

Menurut mereka, apabila sebuah laporan masih dalam proses, masyarakat berhak mengetahui sejauh mana penanganannya. Komunikasi yang baik antara aparat penegak hukum dan masyarakat dinilai sangat penting agar tidak menimbulkan kesan bahwa laporan warga diabaikan.

 

“Kami hanya ingin ada kepastian. Kalau memang masih berproses, sampaikan kepada kami. Kalau ada kekurangan berkas, beri tahu kami. Jangan sampai kami mengorbankan waktu, biaya, dan tenaga hanya untuk pulang dengan rasa kecewa,” kata mereka.

 

W,W, N, dan H,M,K.berharap pelayanan kepada masyarakat kepulauan terus ditingkatkan, mengingat akses menuju pusat pemerintahan dan lembaga penegak hukum membutuhkan perjuangan yang jauh lebih besar dibandingkan masyarakat yang tinggal di daratan.

 

Mereka menegaskan bahwa pernyataan ini bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai harapan agar setiap laporan masyarakat diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku dan masyarakat memperoleh kepastian atas pengaduan yang telah disampaikan.

 

“Jangan biarkan harapan kami tenggelam bersama ombak. Setiap perjalanan dari Kepulauan Togean menuju Ampana adalah perjalanan untuk mencari keadilan. Kami berharap pengorbanan itu dihargai dengan pelayanan yang profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum,” tutup mereka.

 

(Ahmad Tuliabu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *