GORONTALO,-TKN.COM – Polemik pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Bilato, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, terus bergulir.
Setelah Aktivis Pemuda Gorontalo, Fery Isa, melontarkan kritik terhadap kualitas bangunan, transparansi anggaran, dan tidak adanya papan informasi proyek, muncul pandangan bahwa sebagian kritik tersebut dinilai belum mempertimbangkan mekanisme pelaksanaan Program MBG secara utuh.
Sejumlah pihak menilai sorotan yang mempertanyakan tidak adanya papan informasi anggaran berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru apabila pembangunan dapur MBG tersebut memang menggunakan skema pendanaan dari mitra dan yayasan yang bekerja sama dalam penyelenggaraan program, bukan melalui mekanisme proyek konstruksi pemerintah yang dibiayai APBN atau APBD.
Dalam skema seperti itu, pembangunan tidak serta-merta mengikuti seluruh ketentuan administrasi yang lazim diterapkan pada proyek pengadaan pemerintah, termasuk mengenai pemasangan papan informasi proyek.
Oleh karena itu, menurut pandangan tersebut, kritik mengenai tidak adanya papan proyek sebaiknya terlebih dahulu didasarkan pada kepastian mengenai sumber pendanaan dan mekanisme pelaksanaan.
Meski demikian, kritik terhadap kualitas pekerjaan tetap merupakan bagian dari kontrol publik yang sah apabila didasarkan pada temuan yang dapat diverifikasi.
Karena itu, penilaian mengenai mutu bangunan sebaiknya diserahkan kepada instansi teknis atau pihak yang memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan.
Sejumlah pemerhati juga mengingatkan bahwa kritik terhadap program pemerintah hendaknya dilakukan berdasarkan data dan informasi yang lengkap agar tidak menimbulkan kesimpulan yang prematur.
Di sisi lain, pihak penyelenggara program juga diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme pendanaan, pelaksanaan pembangunan, dan standar kualitas pekerjaan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh.
Dengan adanya penjelasan resmi dari seluruh pihak terkait, polemik mengenai pembangunan dapur MBG di Desa Bilato diharapkan dapat diselesaikan secara objektif.
Kritik dan pengawasan publik tetap merupakan bagian penting dari demokrasi, namun perlu diimbangi dengan verifikasi fakta sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak penyelenggara Program MBG maupun Fery Isa sebagai tanggapan atas pandangan yang menilai sebagian kritik tersebut belum mempertimbangkan mekanisme pendanaan dan pelaksanaan program secara menyeluruh.
(Ahmad Tuliabu)



































