Nasional

Proyek Dapur MBG di Desa Bilato Disorot Aktivis, Fery Isa Soroti Kualitas Bangunan dan Transparansi Anggaran

119
×

Proyek Dapur MBG di Desa Bilato Disorot Aktivis, Fery Isa Soroti Kualitas Bangunan dan Transparansi Anggaran

Sebarkan artikel ini

GORONTALO,-TKN.COM – Pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Bilato, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, menuai sorotan dari kalangan aktivis.

Aktivis pemuda Gorontalo, Fery Isa, mempertanyakan kualitas pekerjaan, transparansi penggunaan anggaran, serta efektivitas pengawasan terhadap proyek yang diperuntukkan mendukung program pemenuhan gizi masyarakat tersebut.

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 14.35 WITA, Fery Isa mengaku menemukan sejumlah kondisi yang menurutnya perlu menjadi perhatian.

Ia menyebut terdapat bagian dinding yang terlihat retak, adukan semen yang dinilai kurang rapi, serta beberapa pekerjaan yang menurutnya patut diperiksa lebih lanjut untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Ini merupakan program yang diperuntukkan bagi kepentingan anak-anak. Karena itu kualitas bangunannya harus benar-benar menjadi prioritas.

Jika sejak awal terdapat pekerjaan yang diduga kurang maksimal, maka perlu dilakukan evaluasi agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujar Fery Isa di lokasi.

Menurutnya, terdapat tiga hal yang perlu segera mendapat perhatian pemerintah dan instansi terkait.

Pertama, mengenai kualitas pekerjaan. Ia meminta agar seluruh material dan proses pembangunan diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan dokumen perencanaan dan spesifikasi teknis.

“Jangan sampai bangunan yang baru digunakan dalam waktu singkat sudah mengalami kerusakan. Jika memang ada kekurangan, sebaiknya segera diperbaiki sebelum proyek dinyatakan selesai,” katanya.

Kedua, terkait transparansi anggaran. Fery mengaku tidak menemukan informasi proyek yang memuat secara lengkap nilai kontrak, sumber pendanaan, pelaksana pekerjaan, maupun jadwal pelaksanaan.

“Setiap proyek yang menggunakan anggaran negara perlu memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat. Keterbukaan merupakan bagian dari akuntabilitas kepada publik,” tegasnya.

Ketiga, mengenai pengawasan. Ia berharap pengawasan dari instansi teknis, konsultan pengawas, maupun pihak terkait dilakukan secara optimal sejak proses pembangunan berlangsung.

“Pengawasan yang baik akan mencegah munculnya persoalan di kemudian hari dan memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Selain aktivis, sejumlah warga Desa Bilato juga mengaku memiliki harapan agar proyek tersebut benar-benar dibangun dengan kualitas yang baik. Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan masyarakat menginginkan fasilitas yang aman dan layak digunakan.

“Kami berharap bangunan ini benar-benar berkualitas karena nantinya akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, khususnya dalam mendukung program makan bergizi,” ungkapnya.

Fery Isa juga meminta Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui dinas teknis, Inspektorat, serta aparat penegak hukum apabila diperlukan, untuk melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian pekerjaan dengan ketentuan yang berlaku.

Ia menilai langkah tersebut penting agar seluruh proses pembangunan berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai berbagai masukan dan sorotan tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi apabila pihak-pihak terkait ingin memberikan penjelasan atas pemberitaan ini.

 

(Ahmad Tuliabu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *